Desa Watumalang, yang terletak di Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, memiliki sejarah yang kaya dan panjang. Sejarah desa ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk geografi, budaya, dan peristiwa sejarah yang telah membentuk kehidupan masyarakatnya. Berikut adalah gambaran lengkap mengenai sejarah Desa Watumalang:
1. Asal Usul Pembentukan Desa
Asal mulanya berdirinya Desa Watumalang berdasarkan cerita turun temurun dari nenek moyang yaitu pada tahun 1800-an terdapat seorang Tokoh masyarakat yang bernama Ki Malanggati. Ki Malanggati adalah salah satu orang yang dikenal sebagai Sembunggani awal mula berdirinya desa Watumalang, pada masa itu Ki Malanggati mendirikan sebuah padepokan/dukuh sebagai tanda adanya perkumpulan atau gabungan beberapa keluarga dalam satu wilayah yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan padepokan Malang yang berasal dari nama Malanggati.
Seiring waktu berjalan sekitar tahun 1900-an Belanda masuk ke wilayah tersebut dengan tujuan berdagang namun di sisi lain belanda ingin menguasai daerah Malang karena kekayaan alam yang ada di daerah Malang sangat berlimpah terutama kopi, karena sebagian wilayah telah terjajah oleh Belanda maka suatu ketika orang belanda menemukan sebuah batu yang membujur di sungai tulis kemudian orang Belanda tersebut merubah nama Malang Menjadi Watuhumalang yang berasal dari watuhu dan malang. Watuhu yang artinya batu yang membujur disungai tulis dan Malang yang artinya berasal dari nama padepokan waktu itu yang di dirikan oleh Ki Malanggati. Kemudian nama Watuhumalang dijadikan sebagai identitas dan juga sebagai tempat perlindungan bagi kaum Belanda maka Watuhumalang dijadikan sebagai Ibu Kota Kecamatan yang membawahi wilayah barat Wonosobo sampai Jebeng Plampitan. Setelah menjadi sebuah kecamatan maka nama Watuhumalang di rubah menjadi Watumalang.
Sejarah ini ditulis berdasarkan cerita secara turun temurun, dan salah satu narasumber yang menjadi rujukan penulisan sejarah Desa Watumalang adalah Sekretaris Desa Watumalang periode 1990 – 2017 yaitu Bapak Pujono yang lahir di Wonosobo pada tanggal 7 April 1959.
2. Pemimpin Desa
a. KARTASENTANA Periode : 1910 – 1940
Bapak Kartasentana adalah Lurah/Glondong yang memimpin pada tahun 1910 sampai tahun 1940 yang pada waktu itu masih dipegang oleh pemerintah Hindia Belanda, desa Watumalang sebagai daerah perkebunan kopi karena pada waktu itu pasenggrahan digunakan sebagai Kantor desa dan juga sebagai gudang kopi.
b. PARTOSUMPENO Periode : 1942 – 1965
Bapak Partosumpeno merupakan Lurah kedua yang juga merupakan menantu dari Kartasentana, Partosumpeno memimpin dari tahun 1942 sampai dengan 1965. Pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Lurah Partosumpeno membentuk sebuah koperasi yang benama Tri Mulyo yang menandakan bahwa pemerintahan pada waktu itu sudah baik, namun pada tahun 1965 terjadi situasi politik yang labil sehingga Partosumpeno diberhentikan dari jabatannya yang kemudian diganti oleh karteker dari TNI.
c. WASIR Periode : 1967 – 1977
Bapak Wasir merupakan seorang yang berasal dari Karteker dari TNI yang memimpin mulai dari tahun 1967 sampai dengan 1977. Karena situasi desa yang tidak menentu maka untuk menjaga keamanan dan ketertiban ditunjuklah seorang Karteker dari TNI.
d. SUYITNO Periode : 1977 - 1980
Karteker TNI yang kedua ini memimpin Watumalang periode 1977 sampai dengan 1980 dengan tujuan untuk menyetabilkan kondisi dan situasi desa yang darurat dan belum stabil.
e. SUMARTONO Periode : 1982 – 1990
Bapak Sumartono merupakan salah satu kepala desa pertama yang memimpin Watumalang, pada masa itu desa Watumalang sudah mulai tertata dengan baik hal ini dibuktikan dengan adanya rintisan jalan mulai pembukaan jalan baru maupun memperbaiki jalan-jalan yang sudah ada dengan cara bergotong royong. Selain dalam bidang infrastuktur pemerintahan pun berjalan dengan baik hal ini ditandai dengan berlakunya Undang – undang No. 5 Tahun 1979 Tentang Pemerintahan Desa.
f. SUMANTONO Periode : 1990 – 1998
Kepala desa yang kedua ini melanjutkan program pemerintahan dari kepala desa yang pertama yaitu meliputi pembangunan jalan dan juga pembangunan jembatan.
g. SUMARTONO Periode : 1998 – 2006
Pada periode ini pemerintahan Watumalang kembali dipimpin oleh Bapak Sumartono yaitu Kepala Desa Pertama yang berada di Watumalang, dengan terpilihnya kembali Sumartono sebagai kepala desa maka Watumalang semakin stabil dan program-program yang dirintis sejak menjabat pertama dilanjukan.
h. SUGINO Periode : 2006 – 2012
Bapak Sugino adalah Kepala desa ke empat di Watumalang dan juga sebagai Kepala Desa yang berumur termuda yang menjabat Kepala Desa di Watumalang, Bapak Sugino yang sebelumnya adalah ketua BPD dijadikan modal untuk memimpin pemerintahan di Desa Watumalang yaitu dengan cara musyawarah dan menyerap aspirasi dari masyarakat.
i. BAMBANG USTIYONO Periode : 2013 – 2018
Bapak Bambang Ustiyono merupakan kepala desa ke lima yang memimpin Desa Watumalang dengan masa periode 2013 sampai dengan 2018 dan berkedudukan di Dusun Watumalang, pemerintahan ini ditandai dengan cara musyawarah dan juga menyerap aspirasi masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahannya hal ini diperkuat dengan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa.
j. JOKO WAHYONO Periode : 2019-2025
Bapak Joko Wahyono merupakan adik kandung dari beliau Bapak Sugino yang menjabat Kepala Desa Watumalang pada Periode 2006-2012. Bapak Joko Wahyono sendiri merupakan Kepala Desa termuda dalam sejarah Kepala Desa di Desa Watumalang dan pada kepemimpinan beliau akan membawa Desa watumalang ke arah yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya hal ini diimbangi dengan adanya reorganisasi perangkat desa yang ada di Pemerintahan Desa Watumalang.