Dalam matrik perubahan yang ditampilkan, terdapat beberapa poin penting yang direvisi, antara lain:
-
Penyesuaian visi dan misi desa agar selaras dengan arah pembangunan kabupaten dan provinsi.
-
Reprioritisasi program kegiatan, terutama pada bidang ketahanan pangan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca pandemi.
-
Perubahan target dan indikator kinerja yang lebih realistis berdasarkan evaluasi capaian tahun-tahun sebelumnya.
-
Penambahan kegiatan baru yang muncul dari hasil musyawarah desa, seperti pengembangan digitalisasi layanan desa dan pelatihan keterampilan pemuda.